Panduan dan Tips Memilih Hosting untuk Situs Pribadi

Panduan dan Tips Memilih Hosting untuk Situs Pribadi – Saya merupakan salah satu pengguna internet yang sudah beberapa kali mencoba untuk membuat situs web pribadi, tetapi gagal. Tidak hanya kesulitan dalam penulisan, melainkan kustomisasi yang terbatas. Keterbatasan ini dikarenakan layanan yang sayagunakan merupakan layanan gratis yang disediakan oleh WordPress atau Blogger.

Tidak lama ini belajar tentang layanan hosting. Kemudian mencoba kembali untuk membangun situs web menggunakan hosting dengan domain sendiri. Meskipun belum lama, tetapi membangun situs web menggunakan hosting dan domain sendiri sudah bisa membuat saya untuk bersemangat kembali untuk menulis.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan hosting, yaitu mengumpulkan informasi terkait dengan hosting. Tidak perlu paham, cukup tau saja gambaran besar tentang hosting.

Hosting

Cloud server pacificinfotech.co.uk

Hosting adalah layanan yang digunakan oleh perorangan, organisasi atau perusahaan untuk menyimpan data atau file situs web. Tujuannya disimpan menggunakan hosting agar dapat diakses melalui jaringan internet.

Hosting yang digunakan juga sering dikenal dengan nama Web Hosting.

Saat membuka situs web melalui browser (Opera, Chrome, Safari, atau Firefox) maka yang sebenarnya kita akses sebenarnya adalah server web hosting. Browser mengunduh sebagian data dari server dan kemudian ditampilkan menjadi halaman web di browser. Sehingga semua proses yang berhubungan dengan situs web sebenarnya tidak terlepas dari keberadaan hosting atau web hosting.

Jenis-jenis Hosting

Ilustrasi hosting dari niagahoster.co.id

Ada beberapa jenis hosting yang saat ini ada, antara lain shared hosting, VPS hosting, dan dedicated server. Ketiga ini mempunyai fungsi yang sama, tetapi fiturnya berbeda. Kita akan coba membahas satu persatu.

1. Shared Hosting

Jika diterjemahkan shared berarti ‘bersama’. Jadi shared hosting adalah hosting yang digunakan bersama-bersama. Bersama-sama apanya? Tentu saja sumber daya (resource). Diibaratkan hosting adalah satu buah komputer, maka share hosting adalah satu komputer yang digunakan oleh beberapa pengguna (user) secara bersamaan/berbagi.

Kamu dapat menggunakan layanan shared hosting saat dana yang dimiliki terbatas dan baru ingin mencoba atau ingin mengembangkan situs web milih sendiri.

Kelebihan shared hosting adalah tidak perlu memikirkan tentang pemeliharaan server, biasanya harganya murah, dan sudah mempunyai panel untuk mengelola layanan hosting.

Kekurangan shared hosting adalah sumber daya masih berbagai dan dipengaruhi oleh aktifitas pengguna lain, tidak mempunyai akses lebih ke server, dan terdapat banyak batasan untuk melakukan perubahan di server.

2. VPS Server

VPS server kurang lebih penggunaannya sama dengan shared hositng. Hanya saja sumber daya (resource) yang diberikan biasanya lebih besar daripada shared hosting. Hanya saja bagi pengguna yang menyewa VPS untuk menarhu data situs web miliknya, maka dia mempunyai hak akses sampai dengan root.

Kelebihan VPS server adalah lebih murah dibandingkan dengan dedicated server, lebih handal dibandingkan dengan shared hosting, dan mempunyai akses yang lebih bebas sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan situs web.

Kekurangan VPS server adalah membutuhkan pengetahuan tentang dasar pengeolaan server (yang biasanya menggunakan sistem operasi linux) dan paling tidak mempunyai sedikit pengetahuan tentang keamanan sistem. Namun, kekurangan ini dapat dimudahkan untuk diatasi dengan menggunakan panel untuk mengelola VPS, seperti WHM, VestaCP.

3. Dedicated Server

Cloud Server

Dedicated Server mirip dengan VPS Server, hanya saja komponen perangkat keras (hardware) yang dipakai disediakan oleh data center. Jadi semua konfigurasi yang berhubungan dengan sistem hosting dilakukan sendiri.

Dedicated Server mirip juga dengan Colocation Server, perbedaannya colocation server membawa server sendiri yang ditaruh di data center.

Pengguna memiliki root access server dan memiliki wewenang penuh memanajemen server-nya. Untuk mengelola Dedicated dan Colocation Server, kamu juga membutuhkan pengetahuan tentang server.

Kelebihan Dedicated Server adalah seluruh kontrol server ada di tangan tentu dengan akses root, spesifikasi server dapat disesuaikan dengan kebutuhan situs web termasuk hardisk dan RAM,.

Kekurangan Dedicated Server adalah harga yang cukup malah karena harus menyediakan server fisik sendiri dan biaya maintenance yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Selain itu pengetahuan yang mendalam mengenai konfigurasi dan keamanan server.

Tips Memilih Hosting untuk Situs Web Pribadi

Berdasarkan pengalamanku pribadi dalam menggunakan layanan hosting, ada beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih hosting untuk membuat situs web pribadi.

Langkah ini digunakan untuk meminimalkan kemungkinan masalah yang terjadi pada saat menjalankan situs web di penyedia layanan hosting.

1. Panel Kontrol

Hal pertama tentunya panel yang digunakan. Pilih penyedia layanan hosting yang menyediakan panel kontrol sesuai dengan kebutuhan atau paling tidak kamu sendiri sudah pernah mendapatkan informasi tekait dengan panel tersebut dan mengetahui fitur-fitur apa saja yang tersedia di dalam panel.

Saat ini ada beberapa panel yang tersedia dan digunakan oleh beberapa penyedia shared hosting. Namun, kebanyakan dari penyedia ini menggunakan cPanel sebagai panel di layanan shared hosting mereka.

Selain cPanel, kontrol panel untuk shared hosting sebenarnya ada beberapa pilihan, seperti Plesk, ISPconfig, Webmin, dan lain sebagainya. cPanel-lah yang paling banyak digunakan saat ini.

Sedangkan bagi yang ingin menggunakan VPS, maka tersedia beberapa panel kontrol pilihan seperti Web Host Manager (WHM), Webuzo, atau yang gratis yaitu VestaCP.

Pengguna VPS juga dapat melakukan konfigurasi tanpa menggunakan panel, tetapi menggunakan teks perintah yang tentu saja harus menggunakan Secure Shell (SSH) untuk melakukan konfigurasi.

2. Spesifikasi Server

Spesifikasi server adalah faktor yang perlu diperhatikan juga dalam memilih layanan penyedia hosting. Dikarenakan setiap penyedia hosting menawarkan spesfikasi yang berbeda-beda.

Lihat spesifikasi keunggulan apa saja yang dipunya oleh penyedia layanan hositng, seperti kinerja, keamanan, tipe disk penyimpanan, lokasi server, web apps, dan lain sebagainya.

Spesifikasi tentu sangat penting jika kamu menggunakan shared hosting atau VPS Server karena tidak bisa mengganti-gantinya dengan bebas. Sedangkan untuk dedicated server dapat bebas menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi minimal situs web.

3. Uptime

Informasi mengenai uptime ini biasanya ditampilkan di bagian depan situs web penyedia hosting atau VPS. Jika tidak ada, biasanya dapat menanyakannya ke support.

Uptime ini biasanya diinformasikan dalam bentuk persentase yang menginformasikan lama waktu server memberikan layanan kepada pelanggan. Semakin tinggi uptime maka semakin bagus layanan server yang ditawarkan.

Misalnya saja jika sebuah penyedia server memberikan uptime 99% setiap bulan, itu berarti ada 1% waktu server tidak melayani pelanggan. Bisa jadi server mati atau tidak dapat diakses. Jika dihitung, 1% dalam sebulan berarti total 7,2 (1% x 30 x 24) jam server tidak bekerja. Sedangkan jika memberikan uptime lebih dari 99,9% maka penyedia layanan hosting atau VPS tidak adakn memberikan downtime lebih dari 2 menit perharinya.

4. Disk Space (Inodes)

Kapasitas penyimpanan (disk space) paling tidak juga menjadi pertimbangan dalam menentukan hosting. Meskipun pada saat ini banyak penyedia menawarkan fitur ini dengan unlimited. Informasi mengenai penyimpanan dan ketentuan ini dapat kamu lihat pada Term of Service(ToS) yang disediakan oleh masing-masing penyedia.

Selain kapasitas penyimpanan, terkadang juga beberapa penyedia hosting membatasi penggunaan jumlah file di dalam hosting (inodes). Hal ini digunakan untuk meminimalisir penggunaan shared hosting yang mengganggu pengguna lainnya.

Jika menggunakan VPS tentu saja besarnya kapasitas penyimpanan dapat dipilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan situs web.

5. Bandwidth

Bandwidth di hosting dapat berarti dua hal. Pertama mengartikan besar kapasitas jaringan yang digunakan di data center. Kedua mengartikan jumlah total paket yang keluar masuk dari dan ke hosting.

Untuk kapasitas bandwidth di shared hosting biasanya sudah tidak dibatasi atau unlimited. Sedangkan untuk VPS ada batasan yang ditentukan setiap bulannya. Jika melewati batasan yang telah ditentukan maka kecepatan akses akan berkurangan dan akses akan menjadi lambat.

Jadi terkait dengan bandwidth sebenarnya tidak perlu menjadi pertimbangan dikarenakan sudah jarang penyedia layanan shared hosting yang membatasi penggunaan bandwith-nya.

6. Support atau Customer Service

Support atau Customer Service (CS) adalah faktor diluar spesifikasi server yang ditawarkan, tetapi ini menjadi faktor yang juga penting dalam menentukan penyedia layanan hosting. Support yang baik tentu saja akan memberikan kemudahan bagi kamu untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan hosting atau situs web jika terjadi masalah.

Waktu ketersediaan support juga dapat dijadikan penilaian. Misalnya saja ketersediaan support 24 jam dalam 7 hari yang dapat membantu kamu untuk menyelesaikan masalah saat malam hari atau dini hari. Tentu saja ini akan meminimalkan waktu downtime di situs web yang sedang dikelola.

Terkait dengan support kamu dapat mencoba terlebih dahulu dengan menanyakan atau berdiskusi dengan mereka melalui fitur chat yang tersedia di halaman situs web penyedia hosting. Dikarenakan baik atau tidaknya pelayanan mungkin saja berbeda dari satu orang dengan orang yang lainnya.

7. Kapasitas Email

Kapasitas email menjadi penting saat kamu ingin menggunakan domain untuk alamat email pribadi. Beberapa penyedia membatasi jumlah email dan besarnya penyimpanan yang digunakan untuk menampung email-email yang masuk.

Pertimbangkan juga mengenai batasan-batasan yang berhubungan email, seperti jumlah pengiriman setiap jam atau kapasitas maksimal email yang dikirimkan. Termasuk juga dengan layanan-layanan lain yang berhubungan dengan email, misalnya SpamExpert dan lain sebagainya.

Jika penggunaan email cukup dominan dan membutuhkan sumber daya yang besar, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggunakan layanan Email Hosting. Beberapa penyedia hosting mempunyai layanan itu terpisah dengan web hosting.

Terakhir, sebelum mempertimbangkan semua faktor di atas, hal yang paling penting diketahui adalah spesifikasi dari situs web. Situs web satu dengan yang lainnya tentu saja berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

Indentifikasi terlebih dahulu situs web kamu dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai layanan hosting berserta spesifikasinya. Dilihat dari konten apa saja yang ingin dimasukkan, akses yang dibutuhkan (apakah sampai dengan root server) atau hanya cukup sampai mengakses halaman admin situs web saja.

Topic:

Just For You